Suatu hari Plato meminta
muridnya untuk memetik bunga yang paling cantik disebuah kebun tapi dengan
catatan ia tidak boleh mundur walaupun selangkah.
Pergilah sang murid, setibanya dikebun ia melihat sangat banyak bunga yang cantik, ketika ia memegang satu bunga untuk dipetik ia berpikir bahwa akan ada bunga yang lebih cantik didepan, dan ia memutuskan untuk meninggalkan bunga yang ada didepan nya. Ia terus berjalan dan menelusuri jalan dengan hamparan bunga cantik tapi ia hanya sekedar melihat karena dipikirannya pasti akan ada bunga yang lebih cantik didepan, hingga ia tiba diujung kebun dan tidak setangkai bunga pun ada disitu. Ia merasa kecewa, kemudian pulang dengan tangan hampa...
'guru, aku pulang dengan tangan kosong' ujarnya kepada Plato. 'kenapa? Apa yg terjadi?' tanya gurunya
'aku terlalu terlena melihat bunga-bunga yang cantik, pikiran ku sangat ingin mendapat yang sempurna, namun ternyata malah sia2 dan aku tidak mendapatkan apa-apa'
Plato memberikan kesempatan kedua, 'sekarang pergilah kehutan, tebang satu pohon yang kamu anggap paling kokoh, dengan catatan yang sama tidak boleh mundur selangkahpun'
Pergilah muridnya segera, dan tak lama ia kembali dengan mmbawa sebatang pohon dipundaknya.
'bagaimana sekarang? Apa itu yg paling kokoh dihutan?'
jawabnya, 'tidak guru, masih banyak pohon yang lain tapi untuk ku ini adalah yang paling kokoh, aku tidak mau kecewa untuk yang kedua kali. pulang dengan tangan hampa'
kadang sadar tidak sadar, kita sering ingin yang paling sempurna tapi ternyata? we've got nothing.,,,.
PIKIRAN menawarkan kesempurnaan untuk kita miliki, tapi realitanya DUNIA menawarkan kita untuk menjadikan sesuatu yang tidak sempurna menjadi SEMPURNA untuk diri kita sendiri
Pergilah sang murid, setibanya dikebun ia melihat sangat banyak bunga yang cantik, ketika ia memegang satu bunga untuk dipetik ia berpikir bahwa akan ada bunga yang lebih cantik didepan, dan ia memutuskan untuk meninggalkan bunga yang ada didepan nya. Ia terus berjalan dan menelusuri jalan dengan hamparan bunga cantik tapi ia hanya sekedar melihat karena dipikirannya pasti akan ada bunga yang lebih cantik didepan, hingga ia tiba diujung kebun dan tidak setangkai bunga pun ada disitu. Ia merasa kecewa, kemudian pulang dengan tangan hampa...
'guru, aku pulang dengan tangan kosong' ujarnya kepada Plato. 'kenapa? Apa yg terjadi?' tanya gurunya
'aku terlalu terlena melihat bunga-bunga yang cantik, pikiran ku sangat ingin mendapat yang sempurna, namun ternyata malah sia2 dan aku tidak mendapatkan apa-apa'
Plato memberikan kesempatan kedua, 'sekarang pergilah kehutan, tebang satu pohon yang kamu anggap paling kokoh, dengan catatan yang sama tidak boleh mundur selangkahpun'
Pergilah muridnya segera, dan tak lama ia kembali dengan mmbawa sebatang pohon dipundaknya.
'bagaimana sekarang? Apa itu yg paling kokoh dihutan?'
jawabnya, 'tidak guru, masih banyak pohon yang lain tapi untuk ku ini adalah yang paling kokoh, aku tidak mau kecewa untuk yang kedua kali. pulang dengan tangan hampa'
kadang sadar tidak sadar, kita sering ingin yang paling sempurna tapi ternyata? we've got nothing.,,,.
PIKIRAN menawarkan kesempurnaan untuk kita miliki, tapi realitanya DUNIA menawarkan kita untuk menjadikan sesuatu yang tidak sempurna menjadi SEMPURNA untuk diri kita sendiri
No comments:
Post a Comment