Thursday, March 6, 2014

Mawar Putih dari Nenek

Setiap orang pasti ingin mendapatkan yang terbaik dari yang terbaik. Rasa tak pernah puas selalu mengikuti jiwa seseorang. Satu hal yang sering kali terlupa, kebanyakan dari kita selalu melihat keatas, melihat mereka yang memiliki materi lebih banyak dari kita hingga buat rasa haus akan materi semakin kuat. Di sisi lain, pernahkah kita coba melihat mereka yang ada di bawah. Mereka yang memiliki materi jauh lebih sedikit bahkan yang juga bisa dikatakan tak memiliki apa-apa? Lihat mereka, coba rasakan apa yang mereka rasakan dengan hati supaya kita mengerti arti hidup yang sesungguhnya dan bersyukur dalam setiap keadaan. Dan yang menggelitik, sering kali muncul pikiran kalau kita gak punya banyak materi lalu gimana mau bantu orang lain yang kesusahan? Kalau gaji aja pas-pasan, gimana mau memberi? Kalau lagi galau gara-gara masalah hidup, gimana mau hibur orang lain?
HEI!!!!!! Wake Up Guys!!!!!!
Bukan bersikap munafik tapi saya sendiri pernah punya pikiran seperti itu, dan mulai tersadar ketika banyak hal yang saya sendiri alami. Satu kali saya menyeberang jalan yang padat dengan kendaraan, baru saja tiba diseberang, saya dikejutkan dengan kehadiran seorang nenek yang menatap kearah saya. Tangan kanannya memegang seikat bunga mawar putih. Ketika otak yang bekerja pasti saya akan meninggalkannya dengan alasan tidak mengenalnya dan untuk apa toh gak ada untung, tapi hari itu hati yang bekerja lebih kuat. Saya putuskan untuk menghampirinya, tampak dengan tubuh bergetar ia menahan badannya agar tetap berdiri seimbang. Ketika saya tanya ia mau kemana, ia hanya jawab "Saya mau nyebrang" ia terdiam kemudian melanjutkan lagi "Tapi gak bisa". Tanpa pikir panjang saya menawarkan diri untuk membantunya menyebrang. Tangannya memegang lengan saya, perlahan akhirnya kami tiba diseberang. Detik berikutnya saya melihatnya meneteskan air mata, saya bingung apa yang terjadi. Ia menangis kemudian menatap saya, "Makasih yah, kalau gak ada kamu, nenek gak bisa pulang karena gak bisa nyebrang" Ucapannya begitu tulus. Saat yang bersamaan saya tersadar, setiap kita bisa membantu orang lain asalkan memiliki rasa peduli. Menyebrang bukan hal yang sulit bagi saya dan menyebrangkan nenek tersebut juga bukan masalah besar bagi saya namun bagi nenek tersebut menyebrang adalah hal yang sangat sulit, ia tak mampu melakukannya seorang diri. Membantu tidak memiliki batasan , nyatanya hal kecil bagi kita namun sangat berharga bagi orang lain yang membutuhkan. Setelah sang nenek telah berhenti  menangis, ia memberikan saya setangkai bunga mawar yang ada ditangannya sebagai tanda terima kasih. Mungkin bunga itu tampak tak berharga namun bagi saya bunga itu sangat bernilai karena ketulusan dari sang nenek yang secara tak sadar mengajarkan saya untuk lebih lagi bersyukur dan lebih peka terhadap mereka yang membutuhkan disekitar. Buatlah pernyataan positif, misalkan : "Aku bersyukur karena aku pintar menyebrang hingga bisa membantu nenek yang kesulitan ketika akan menyebrang".

No comments:

Post a Comment