Sunday, September 1, 2013

Kebetulan buat manusia, Rencana bagi Tuhan

Hari ini aku dibuat tersenyum sama Tuhan.. . . 
Senyum lagi, lagi, dan lagi. . . 
Sempat berpikir gimana caranya aku selesain tulisan ku karena hampir satu bulan gak ada inspirasi yang masuk dalam otak ini. Aku coba sekuat tenaga berpikir apalagi yang mau aku tuangkan, berkali-kali aku coba tetap saja gagal dan tak satu katapun tertulis. Pada akhirnya aku menulis cerita sedikit dengan membuat satu cerita yang menggambarkan tokoh utama gadisnya lelah berharap, namun beberapa kali ia dipertemukan dengan orang yang ia harapkan dan berencana akan ia lupakan. Sebelum tidur aku berdoa sama Tuhan minta tolong supaya aku bisa lanjutkan dan selesaikan tulisanku. Mungkin namaku gak ada di toko buku tapi aku suka menulis dan aku merasa aku adalah penulis bagi diriku sendiri, maka dari itu aku harus menyelesaikan tulisan yang sudah aku mulai. Setelah itu aku pergi tidur dan gak lagi memikirkan apa yang akan aku lakukan esok harinya yaitu hari ini.
Tadi ketika aku pergi ke Gereja aku lupa sejenak dengan nasib tulisanku, setibanya di tempat parkir aku menemukan satu sosok yang memang selalu aku cari, karena sosok itu adalah sumber utama ku dalam tulisan ku yang terhenti saat ini. Disitu aku lihat dia dan buat aku senyum sama diri aku sendiri, sumber inspirasi di depan mata, setelah itu dia pergi dengan temannya, selesai sudah. Aku berjalan masuk melewati beberapa deret kursi yang masih kosong namun sepasang mataku tak menangkap sosok yang ku cari dan memutuskan untuk duduk yang tidak terlalu belakang dengan salah satu sahabatku, selesai doa sebelum memulai ibadah aku kembali terkejut karena sang sumber inspirasi, ia berjalan sambil melempar pandang ke sekeliling sebelum menentukan kursi yang akan menjadi pilihannya, saat itu yang menjadi pilihannya adalah dua kursi kosong yang satu deret dengan tempat ku dan sahabatku telah duduk sebelum mereka. Kejadian yang janggal menurutku, seharusnya ia ada di dalam lebih dulu dibanding dengan aku tapi ini malah sebaliknya. "Kebetulan banget yah" Ujar sahabatku sambil tersenyum kecil. Aku hanya mengangguk pelan dan sekilas membalas senyumnya. Sepanjang jalannya ibadah aku terpaku dengan Tuhan, aku menghabiskan waktu lewat pujian dan doa kepada Sang Penciptaku hingga sekejap melupakan kehadiran sang sumber inspirasi yang berada tak jauh dari ku. Selesai ibadah aku kembali duduk dan berdoa untuk beberapa waktu. Aku mulai tersadar kehilangan sang sumber inspirasi, jelas saja ia telah keluar lebih dulu karena aku masih dalam keadaan doa. Meskipun tak begitu lama melihatnya namun aku mulai mendapatkan kembali inspirasiku untuk tulisanku, dan mulai berpikir tentang cerita sang gadis yang lelah berharap sepertinya telah menemukan harapannya kembali, thanks God. Aku masuk ke lorong parkir dan sedikit berharap akan menemukannya disana, namun sayangnya harapan itu sirna ketika memang tak ku temukan sosoknya. Aku mulai mengenakan jaketku dan lagi-lagi aku mendapatkan kejutan. Yeaaah aku menemukannya untuk ketiga kali, sang sumber inspirasi. Kejanggalan berikutnya dan hampir serupa, ia datang dari arah luar padahal seharusnya ia lebih dulu tiba di tempat parkir sebelum aku dan sahabatku. Beberapa detik aku melihat ke arahnya namun berakhir ketika tatapannya beralih dari temannya ke arah ku. Meskipun rasanya ingin memiliki waktu lebih lama tapi tak ada daya untuk melihatnya lebih lama, namun hari ini sangat cukup menyenangkan untukku.

Ketika kita sebagai manusia berkata bahwa kejadian yang kita alami adalah suatu kebetulan, namun tidak bagi Tuhan. apa yang kita alami memang sudah menjadi rencana-Nya. Dan aku sungguh percaya memang pertemuan itu bukan lah suatu kebetulan namun memang rencana Tuhan, yah setidaknya aku tahu ketika Tuhan mempertemukan aku dengannya itu dapat membukakan inspirasi yang baru bagi tulisanku, meskipun beberapa kali bertemu dengannya membuatku sedikit berharap, berharap untuk mengenalnya lebih lagi. Tak pernah aku mendapatkan judul untuk tulisanku sebelum ending namun hari ini, dalam keadaan bingung untuk melanjutkan tulisan, Tuhan juga seakan memberikan ku judul untuk tulisanku. Aku harap suatu saat nanti tulisan ku dapat dinikmati banyak orang, dan aku akan menjadi penulis bagi banyak orang bukan siriku sendiri, terutama aku ingin menjadi penulis yang dapat selalu menyatakan kemuliaan-Nya dalam hidupku.

Monday, August 12, 2013

Dia selalu punya cara

Apa lagi yang harus aku ucap ketika melihat kebaikan Tuhan yang begitu luar biasa. Tak ada lagi alasan untuk pergi dari-Nya, untuk jauh dari-Nya, untuk meragukan kasih-Nya. Karya tangan yang begitu sempurna, yang membuat hati ini terhanyut dan ada doa disetiap tetesan air mata. 

Aku seorang yang hampir terjatuh karena memiliki beban hati yang hampir mematahkan langkah, berteriak mengadu kepada Dia yang sedang duduk dalam tahta-Nya. Matanya tertuju pada setiap kita yang berseru meminta pertolongan kepada-Nya. Habis sudah tenaga ini untuk berjuang bertahan dalam dunia, hilang sudah harapan yang pernah terucap, patah semangatku untuk tetap melangkah namun Dia selalu punya cara untuk menolong. Ia kirimkan orang-orang terdekat untuk menyambung semangat yang hampir patah, memberikan kembali hati yang penuh dengan pengharapan. Dia bukanlah manusia yang selalu ingkar, Dia adalah Tuhan yang selalu menepati segala janji-Nya. Tak dibiarkan diri yang lemah ini terjatuh hingga dasar jurang, karena ia adalah segalanya. Terima kasih ku untuk-Mu, sang pencipta langit dan bumi. Seperti sebuah lingkaran yang memiliki sudut tak terhingga, begitulah Engkau Tuhan yang selalu punya cara yang tak terbatas untuk menghapus setiap air mata detik ini serta menggantikannya dengan kebahagian yang telah menanti. 
I'm nothing but in You, I'll be everything.

Friday, August 9, 2013

Dear God in the Heaven

Entah apa yang ada dalam hati ini, hanya sesak yang terasa. Semangat yang mulai pudar, langkah yang tak lagi pasti.

Tuhan, Engkaulah penciptaku dan Engkau lebih mengenal hati ini dibanding dengan aku sendiri, bawa aku yang hampir terkulai ini ke dalam rancangan-Mu. Izinkan aku untuk dapat menjadi kebanggaan bagi-Mu ketika aku pulang nanti. Jangan biarkan aku hilang arah, biarlah setiap air mata yang jatuh menjadi doa kepada-Mu, membuat aku lebih lagi dekat serta berserah seutuhnya kedalam kasih-Mu. Saat ini dengan segala kerendahan hati aku berseru kepada Bapaku, berilah umur yang panjang untuk kedua orangtuaku agar aku memiliki banyak waktu untuk membahagiakan mereka, jaga mereka selagi aku tak bersama mereka. Bapa, rasa ini mengganggu, dalam otak dan hati sama sekali tak terlintas tentang apa yang aku inginkan untuk diri ini tapi aku mau menjadi sesuatu yang baik bagi orang yang pernah mengenalku. 

Lewat setiap air mata ini, jadikan aku seperti mata air yang memberi kelegaan bagi semua yang dahaga. 

Dalam setiap kelemahan ku saat ini, jadikan aku seperti pohon yang berdiri kokoh memberikan perlindungan bagi sekitarku

Dengan sisa semangatku jadikan aku seperti lilin kecil yang mampu memberikan seberkas cahaya dalam kegelapan

Aku serahkan seluruh hidupku kepada Engkau yang selalu menjadi penghibur, penyemangat, dan sahabat terbaik. Beri kekuatan untuk dapat berdiri diatas kedua kaki ku, beri kemampuan untuk menghapus setiap air mata dan tetap melangkah.

Satu hal....

Jangan pernah berpaling dari diri yang hina ini, dan aku akan pulang kepangkuan-Mu dengan menjadi kebanggaan hati-Mu. Love You so much... See You in the heaven...

Wednesday, April 3, 2013

Really Miss You

Satu persatu hilang berganti. Tidak hanya moment namun orang-orangnya pun terus datang dan pergi. Waktu yang telah terlewati tidak akan pernah dapat kembali, satu moment pahit-manis yang pernah kita rasakan pun tidak akan pernah dapat kita alami sama untuk kedua kalinya. Orang yang dekat dengan kita pun akan pergi satu persatu membangun hidup mereka masing-masing. Fase kehidupan yah memang terus mengalir.
  1. Ketika kita sekolah di SD maka peran orangtua dan para guru akan sangat berpengaruh
  2. Ketika kita sekolah di SMP, teman-teman sebayalah yang akan mempengaruhi kita
  3. Ketika SMA, kita akan memiliki jumlah teman yang banyak baik sebaya, lebih kecil, atau dewasa
  4. Ketika mulai beranjak dewasa dalam kehidupan kerja maka area teman akan berkurang, hanya sebatas lingkungan kerja saja
  5. Ketika mulai menemukan pasangan hidup, area akan semakin sempit, hanya diri dengan pasangan hingga memasuki jenjang pernikahan yang sakral
Jelas saat itu kita akan kehilangan segala sesuatu yang menyenangkan dengan banyak teman-teman. Semua yang telah terjadi hanya akan menjadi kenangan semata sebagai bekal cerita untuk anak cucu kita. Moment manis yang tersimpan rapi dalam otak dan hati akan terputar secara otomatis ketika kita dalam kesendirian. Sama hal nya dengan yang saya rasakan saat ini, Rindu dengan setiap moment yang pernah terjadi, Rindu untuk semua orang yang pernah berkontribusi dalam hari saya. Sering kali doa dalam harap agar waktu dapat membawa mereka sang pengukir kenangan kembali. Meskipun banyak datang orang-orang yang membawa kisah baru namun hati ini masih sangat rindu dengan mereka. Dalam hening sangat terasa rindu yang mengusik jiwa, melakukan banyak hal, pergi ke beberapa tempat, membahas hal-hal kecil, canda tawa serta tangisan yang menghiasi hari-hari. Hidup memang sulit untuk dimengerti, karena memang hidup bukan untuk dimengerti namun dijalani. Biarlah sejuta rindu dari hati terbang ke langit luas membawa kenangan yang pernah tercipta. I Miss You All. . . I really miss you so much more than life it self

Saturday, March 30, 2013

Let's Move On Baby

ini lah yang namanya EGO. . .
Uhhh rasanya kalo udah berurusan dengan yang sikap Ego kepala mau pecah, hati panas, seluruh tubuh terasa dingin bahkan ingin rasanya teriak sekencang mungkin, pada akhirnya apa aja nekad dilakukan demi memuaskan sang ego. Beberapa kali saya berpikir kenapa sih orang lain mudah untuk minta kita begini dan begitu, meskipun hal tersebut sulit bagi kita. Yah satu-satunya alasan karena rasa egois yang tinggi. Setiap manusia dilahirkan dengan EGO nya masing-masing tinggal kembali lagi ke individunya, keputusan apa yang diambil, Mengendalikan ego? atau sebaliknya Dikendalikan ego? Faktanya orang-orang banyak yang lebih mudah dikendalikan ego dari pada harus mengendalikannya, makanya tak heran kalo masih banyak orang yang ribut karena hal kecil. ketika seseorang meminta kepada orang lain untuk melakukan sesuatu namun belum atau tidak dapat dilakukan maka orang pertama akan marah tanpa mau mendengarkan alasan orang kedua. Orang pertama bukan tidak mengerti posisi orang kedua yang mengakibatkan ia tidak dapat melakukan hal yang diminta namun lebih dikarenakan rasa egois yang dimiliki oleh orang pertama. Ia tidak ingin mendengar alasan apapun dari orang kedua dan ia takut merasa salah makanya respon yang akan ia berikan adalah rasa marah kepada orang kedua, begitu juga dengan orang kedua jika saja terpancing dengan rasa ego yang tinggi maka ia akan membalas kemarahan orang pertama bahkan dengan cara apapun ia akan membela diri habis-habisan. Saat itulah muncul pertengkaran yang ditutup dengan permusuhan. Lagi-lagi hanya karena kita dikendalikan oleh rasa ego, tidak ada satu pihak pun yang berniat untuk meminta maaf. Apa jadinya dunia ini kalo semua orang menjaga baik-baik rasa ego serta gensi di singgasana tertinggi, habislah ruang untuk perdamaian yang ada tinggal permusuhan yang di warnai dengan berbagai aksi balas dendam. Tidak salah seseorang memiliki rasa ego namun alangkah baiknya jika kita dapat mengendalikan ego bukan sebaliknya. Jangan berdiam diri dalam rasa ego yang tinggi, keluar dari area nyaman kita untuk mengerti bagaimana sebaiknya rasa ego dipakai. Seperti ada pernyataan yang mengatakan "MENGALAH bukan berarti KALAH" atau "MENGALAH untuk MENANG". Lepaskan diri dari EGO yang mengendalikan kita, jangan biarkan ego menguasai seluruh pikiran ketika kita ada dalam lingkaran masalah namun belajarlah dari setiap masalah yang ada karena itu lah yang akan mendewasakan kita. Let's Move On Baby. . .

Tuesday, March 26, 2013

Think Big

Manusia selalu tidak jauh dari dosa, itu hal yang memang kita ketahui bersama. Namun terkadang bagi saya pribadi ketika saya melakukan satu kesalahan maka hal yang akan menggangu pikiran saya adalah "rasa salah", diikuti lagi beberapa pertanyaan yang tak kalah mengganggu seperti "kenapa salah sih? Padahal tadi harusnya gak begini?"  sering kali saya ingin membuang kata menyesal dalam hari saya agar saya dapat selalu mensyukuri apa yang telah saya terima namun hal-hal kecil membuat saya mengucapkan kalimat yang berbeda namun dalam artian yang sama yaitu penyesalan bahkan cenderung menyalahkan diri sendiri. Saya sadar, bukan nya statement of proud yang diberikan untuk diri sendiri malah men-judge diri saya sendiri hingga berhasil membuat saya drop. Hilang semangat, sama sekali tak ada gairah untuk melakukan hal lain ketika melakukan satu kesalahan meskipun hanya kesalahan kecil. Tapi malam ini saya belajar dari seorang yang saya panggil dengan sebutan Boksu, ternyata ketika saya melakukan kesalahan dan merasa salah itu adalah emosi yang baik. Hanya saja cara saya untuk menyikapinya yang salah, saya tidak boleh terlalu lama ada dalam rasa salah, bukan untuk membuat drop mental namun saya harus introspeksi diri agar tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama. Lega rasanya mendapatkan satu pelajaran berharga, dan satu ayat menemani saya malam ini dari Matius 11:28 "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" juga seperti yang dikatakan dalam iklan "Big Cola", yang harusnya kita lakukan bukan membawa aliran negatif dalam diri namun "THINK BIG" untuk mengubah segalanya menjadi lebih baik.

Sunday, March 24, 2013

S.A.V.E.O.U.R.H.E.A.R.T

Hari-hari belakangan ini sangat terasa akibat dari sikap EMOSI semata membuat banyak orang hilang kesadaran hingga gelap mata. tak jarang kita melihat di media cetak seorang ayah kandung yang tega memperkosa anaknya yang baru berumur lima tahun, dalam siaran berita televisi juga sering kali tersiar kabar bahwa beberapa pemuda nekad memperkosa seorang teman wanitanya secara bergantian bahkan menyiksa hingga membunuhnya. 'Kasih Ibu sepanjang masa' itu adalah satu pernyataan yang memang benar adanya tapi sekarang ini banyak kasus yang kita saksikan bahwa seorang ibu tega menenggelamkan anaknya sendiri, juga seorang ibu yang tega menaruh racun di dalam makanan anak-anaknya. 

Entah sebenarnya apa yang melatar belakangi semua tindakan kejam itu. semakin hari dunia terlihat semakin kacau dalam perekonomianya, perang saudara terjadi hanya karena rasa tersinggung, pembunuhan dilakukan lantaran merasa iri dan ingin balas dendam. Pada hakikatnya, Sang Pencipta selalu memiliki rencana yang baik bagi semua ciptaan-Nya. Dia menciptakan kita dengan suatu tujuan, Dia membuat kita merasa tidak nyaman agar kita berteriak dan pasrah sepenuhnya dalam tangan-Nya. Yang Ia inginkan agar kita menjadi satu pribadi yang dewasa, dapat bertahan dalam setiap goncangan, dan menikmati hasilnya nanti. Namun banyak dari kita tidak sabar dan tidak tahan dengan semua masalah yang melingkupi kita, jalan pintas lah yang menjadi alternatif pilihan bagi kita. Menyiksa atau Disiksa, Menyakiti atau Disakiti, Membunuh atau Dibunuh. Tidak munafik, kita pasti lebih memilih kata yang bersifat pasif dibanding harus rela menderita tentunya. Saat itu lah hati kita mulai kotor, dipenuhi dengan hal yang negatif. memang benar setelah melakukan hal-hal negatif yang ada dalam kepala pasti kita mendapatkan kepuasan sekejap namun efek berkepanjangan yang akan diterima. Sebut saja kita merasa iri dan akhirnya memutuskan untuk membunuh, untuk saat itu hati akan merasa puas namun setelahnya kita akan berurusan dengan keluarga dari korban, pihak yang berwajib, nama akan menjadi rusak, dan rasa bersalah akan terus menghantui. Apakah hal seperti itu yang membuat hidup kita tenang? Yang sebenarnya itu semua adalah kepuasan pikiran bukan hati. 

Dunia tidak dapat diubah bagaimanapun caranya kalau setiap individu menjadikan EMOSI sebagai bagian dari hidup. Jujur saya pun orang biasa yang tak jauh dari rasa emosi, namun ketika kita dekat dengan Sang Pencipta percayalah, para malaikat akan menjaga setiap kita dari rasa emosi, ketika kita dihadapkan dengan hal-hal yang membuat emosi kita naik level, yakinlah saat itu Tuhan mengajarkan kita untuk dapat mengendalikan emosi bukan sebaliknya. Tuhan bekerja dengan cara-Nya yang ajaib. Ia mengijinkan persoalan terjadi dalam hari kita agar kita mampu menjadi pribadi yang dewasa dan memiliki sabar yang extra, Ia adalah Tuhan yang tidak pernah terlelap hingga ia tidak akan membiarkan adanya persoalan yang melebihi batas kemampuan kita. Tuhan akan selalu menepati janji-Nya, Ia akan memberikan kita semua yang indah tepat pada waktunya nanti. 

SO, LET'S SAVE OUR HEART 

FOR SHINE FUTURE 

FROM GOD