Dear God in the Heaven
Entah apa yang ada dalam hati ini, hanya sesak yang terasa. Semangat yang mulai pudar, langkah yang tak lagi pasti.
Tuhan, Engkaulah penciptaku dan Engkau lebih mengenal hati ini dibanding dengan aku sendiri, bawa aku yang hampir terkulai ini ke dalam rancangan-Mu. Izinkan aku untuk dapat menjadi kebanggaan bagi-Mu ketika aku pulang nanti. Jangan biarkan aku hilang arah, biarlah setiap air mata yang jatuh menjadi doa kepada-Mu, membuat aku lebih lagi dekat serta berserah seutuhnya kedalam kasih-Mu. Saat ini dengan segala kerendahan hati aku berseru kepada Bapaku, berilah umur yang panjang untuk kedua orangtuaku agar aku memiliki banyak waktu untuk membahagiakan mereka, jaga mereka selagi aku tak bersama mereka. Bapa, rasa ini mengganggu, dalam otak dan hati sama sekali tak terlintas tentang apa yang aku inginkan untuk diri ini tapi aku mau menjadi sesuatu yang baik bagi orang yang pernah mengenalku.
Lewat setiap air mata ini, jadikan aku seperti mata air yang memberi kelegaan bagi semua yang dahaga.
Dalam setiap kelemahan ku saat ini, jadikan aku seperti pohon yang berdiri kokoh memberikan perlindungan bagi sekitarku
Dengan sisa semangatku jadikan aku seperti lilin kecil yang mampu memberikan seberkas cahaya dalam kegelapan
Aku serahkan seluruh hidupku kepada Engkau yang selalu menjadi penghibur, penyemangat, dan sahabat terbaik. Beri kekuatan untuk dapat berdiri diatas kedua kaki ku, beri kemampuan untuk menghapus setiap air mata dan tetap melangkah.
Satu hal....
Jangan pernah berpaling dari diri yang hina ini, dan aku akan pulang kepangkuan-Mu dengan menjadi kebanggaan hati-Mu. Love You so much... See You in the heaven...
No comments:
Post a Comment