Sunday, March 24, 2013

S.A.V.E.O.U.R.H.E.A.R.T

Hari-hari belakangan ini sangat terasa akibat dari sikap EMOSI semata membuat banyak orang hilang kesadaran hingga gelap mata. tak jarang kita melihat di media cetak seorang ayah kandung yang tega memperkosa anaknya yang baru berumur lima tahun, dalam siaran berita televisi juga sering kali tersiar kabar bahwa beberapa pemuda nekad memperkosa seorang teman wanitanya secara bergantian bahkan menyiksa hingga membunuhnya. 'Kasih Ibu sepanjang masa' itu adalah satu pernyataan yang memang benar adanya tapi sekarang ini banyak kasus yang kita saksikan bahwa seorang ibu tega menenggelamkan anaknya sendiri, juga seorang ibu yang tega menaruh racun di dalam makanan anak-anaknya. 

Entah sebenarnya apa yang melatar belakangi semua tindakan kejam itu. semakin hari dunia terlihat semakin kacau dalam perekonomianya, perang saudara terjadi hanya karena rasa tersinggung, pembunuhan dilakukan lantaran merasa iri dan ingin balas dendam. Pada hakikatnya, Sang Pencipta selalu memiliki rencana yang baik bagi semua ciptaan-Nya. Dia menciptakan kita dengan suatu tujuan, Dia membuat kita merasa tidak nyaman agar kita berteriak dan pasrah sepenuhnya dalam tangan-Nya. Yang Ia inginkan agar kita menjadi satu pribadi yang dewasa, dapat bertahan dalam setiap goncangan, dan menikmati hasilnya nanti. Namun banyak dari kita tidak sabar dan tidak tahan dengan semua masalah yang melingkupi kita, jalan pintas lah yang menjadi alternatif pilihan bagi kita. Menyiksa atau Disiksa, Menyakiti atau Disakiti, Membunuh atau Dibunuh. Tidak munafik, kita pasti lebih memilih kata yang bersifat pasif dibanding harus rela menderita tentunya. Saat itu lah hati kita mulai kotor, dipenuhi dengan hal yang negatif. memang benar setelah melakukan hal-hal negatif yang ada dalam kepala pasti kita mendapatkan kepuasan sekejap namun efek berkepanjangan yang akan diterima. Sebut saja kita merasa iri dan akhirnya memutuskan untuk membunuh, untuk saat itu hati akan merasa puas namun setelahnya kita akan berurusan dengan keluarga dari korban, pihak yang berwajib, nama akan menjadi rusak, dan rasa bersalah akan terus menghantui. Apakah hal seperti itu yang membuat hidup kita tenang? Yang sebenarnya itu semua adalah kepuasan pikiran bukan hati. 

Dunia tidak dapat diubah bagaimanapun caranya kalau setiap individu menjadikan EMOSI sebagai bagian dari hidup. Jujur saya pun orang biasa yang tak jauh dari rasa emosi, namun ketika kita dekat dengan Sang Pencipta percayalah, para malaikat akan menjaga setiap kita dari rasa emosi, ketika kita dihadapkan dengan hal-hal yang membuat emosi kita naik level, yakinlah saat itu Tuhan mengajarkan kita untuk dapat mengendalikan emosi bukan sebaliknya. Tuhan bekerja dengan cara-Nya yang ajaib. Ia mengijinkan persoalan terjadi dalam hari kita agar kita mampu menjadi pribadi yang dewasa dan memiliki sabar yang extra, Ia adalah Tuhan yang tidak pernah terlelap hingga ia tidak akan membiarkan adanya persoalan yang melebihi batas kemampuan kita. Tuhan akan selalu menepati janji-Nya, Ia akan memberikan kita semua yang indah tepat pada waktunya nanti. 

SO, LET'S SAVE OUR HEART 

FOR SHINE FUTURE 

FROM GOD

No comments:

Post a Comment