ini lah yang namanya EGO. . .
Uhhh rasanya kalo udah berurusan dengan yang sikap Ego kepala mau pecah, hati panas, seluruh tubuh terasa dingin bahkan ingin rasanya teriak sekencang mungkin, pada akhirnya apa aja nekad dilakukan demi memuaskan sang ego. Beberapa kali saya berpikir kenapa sih orang lain mudah untuk minta kita begini dan begitu, meskipun hal tersebut sulit bagi kita. Yah satu-satunya alasan karena rasa egois yang tinggi. Setiap manusia dilahirkan dengan EGO nya masing-masing tinggal kembali lagi ke individunya, keputusan apa yang diambil, Mengendalikan ego? atau sebaliknya Dikendalikan ego? Faktanya orang-orang banyak yang lebih mudah dikendalikan ego dari pada harus mengendalikannya, makanya tak heran kalo masih banyak orang yang ribut karena hal kecil. ketika seseorang meminta kepada orang lain untuk melakukan sesuatu namun belum atau tidak dapat dilakukan maka orang pertama akan marah tanpa mau mendengarkan alasan orang kedua. Orang pertama bukan tidak mengerti posisi orang kedua yang mengakibatkan ia tidak dapat melakukan hal yang diminta namun lebih dikarenakan rasa egois yang dimiliki oleh orang pertama. Ia tidak ingin mendengar alasan apapun dari orang kedua dan ia takut merasa salah makanya respon yang akan ia berikan adalah rasa marah kepada orang kedua, begitu juga dengan orang kedua jika saja terpancing dengan rasa ego yang tinggi maka ia akan membalas kemarahan orang pertama bahkan dengan cara apapun ia akan membela diri habis-habisan. Saat itulah muncul pertengkaran yang ditutup dengan permusuhan. Lagi-lagi hanya karena kita dikendalikan oleh rasa ego, tidak ada satu pihak pun yang berniat untuk meminta maaf. Apa jadinya dunia ini kalo semua orang menjaga baik-baik rasa ego serta gensi di singgasana tertinggi, habislah ruang untuk perdamaian yang ada tinggal permusuhan yang di warnai dengan berbagai aksi balas dendam. Tidak salah seseorang memiliki rasa ego namun alangkah baiknya jika kita dapat mengendalikan ego bukan sebaliknya. Jangan berdiam diri dalam rasa ego yang tinggi, keluar dari area nyaman kita untuk mengerti bagaimana sebaiknya rasa ego dipakai. Seperti ada pernyataan yang mengatakan "MENGALAH bukan berarti KALAH" atau "MENGALAH untuk MENANG". Lepaskan diri dari EGO yang mengendalikan kita, jangan biarkan ego menguasai seluruh pikiran ketika kita ada dalam lingkaran masalah namun belajarlah dari setiap masalah yang ada karena itu lah yang akan mendewasakan kita. Let's Move On Baby. . .